Saturday, 26 September 2020

CARA MELAKUKAN PEMBAHARUAN APLIKASI DAPODIK VERSI 2021.A* UNTUK SATUAN PENDIDIKAN PKBM DAN SKB

RINTOKUSMIRAN.COM-Cara melakukan pembaharuan aplikasi dapodik versi 2021.A* untuk satuan pendidikan PKBM dan SKB. Dilansir akun Instagram resminya tim pengembang dapodik telah memberikan informasi berkaitan  dengan pembaharuan secara online pada aplikasi dapodik versi 2021.A* untuk satuan pendidikan PKBM dan SKB.

CARA MELAKUKAN PEMBAHARUAN APLIKASI DAPODIK VERSI 2021.A* UNTUK SATUAN PENDIDIKAN PKBM DAN SKB
CARA MELAKUKAN PEMBAHARUAN APLIKASI DAPODIK VERSI 2021.A* UNTUK SATUAN PENDIDIKAN PKBM DAN SKB

Dengan adanya informasi aplikasi dapodik versi 2021.A* untuk satuan pendidikan PKBM dan SKB ini anda yang bertugas sebagai petugas pendataan pada satuan pendidikan PKBM dan SKB perlu melakukan update aplikasi dapodik versi 2021.A*. 

Perlu diingat bahwa updating aplikasi dapodik versi 2021.A* ini secara online artinya tidak ada versi patchnya. Sekedar saran pastikan koneksi internet anda dalam kondisi stabil pada saat melakukan update pembaharuan aplikasi dapodik versi 2021.A*

Bagaimana cara melakukan Pembaharuan aplikasi dapodik versi 2021.A* untuk satuan pendidikan PKBM dan SKB? Untuk melakukan update pembaharuan aplikasi dapodik versi 2021.A* untuk satuan pendidikan PKBM dan SKB anda lakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Sambungkan perangkat anda dengan koneksi internet.

2. Login ke Aplikasi Dapodik

3. Pilih Menu Pengaturan

4. Klik Cek Pembaruan Aplikasi

5. Kemudian klik “Lanjutkan”

6. Tunggu hingga proses berhasil

7. Muat ulang halaman aplikasi

Guna memudahkan anda dalam melakukan pembaharuan aplikasi dapodik versi 2021.A* untuk satuan pendidikan PKBM dan SKB anda bisa menyimak video tutorialnya di bawah ini:


Semoga  informasi berkaitan dengan pembaharuan aplikasi dapodik versi 2021.A* untuk satuan pendidikan PKBM dan SKB memberikan manfaat bagi kita semua.

KEBIJAKAN ALOKASI BOS TAHUN 2021

RINTOKUSMIRAN.COM- Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menyetujui pagu definitif Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp81,534 triliun. Persetujuan komisi X disampaikan oleh seluruh fraksi yang diwakili oleh para ketua kelompok fraksi pada rapat kerja Kemendikbud dengan Komisi X DPR RI dengan agenda Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kemendikbud Tahun Anggaran 2021 bersama Komisi X DPR RI, di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan apresiasi kepada anggota Komisi X DPR RI yang telah menyetujui pagu definitif Kemendikbud. “Terima kasih Bapak/Ibu untuk persetujuan terhadap anggaran 2021. Semoga kita bisa semakin tangguh di masa pandemi ini,” ujar Mendikbud.

Anggota Komisi X DPR RI dan Kemendikbud sepakat bahwa program-program strategis nasional yang bermanfaat bagi rakyat pada umumnya serta program-program yang sangat dibutuhkan masyarakat di kabupaten/kota tertentu akan lebih diperhatikan berdasarkan masukan dari pemangku kepentingan pendidikan.

Merujuk Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Kebijakan Belanja Kementerian/ Lembaga Tahun 2021, Kemendikbud berkomitmen pada mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na`im menjelaskan bahwa yang menjadi prioritas nasional yaitu 

1). memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, 

2). mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, 

3). meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, 

4). revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

5). memperkuat Infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, 

6). membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim, 7). memperkuat stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan publik. “Khusus untuk poin 1, 3, 5, dan 6 mendapat penekanan di tahun 2021,” ucap Sesjen Ainun.

Terkait kebijakan belanja Kementerian mencakup berbagai hal-hal sebagai berikut. 

Pertama, melakukan reformasi pendidikan, reformasi transfer ke daerah dan dana desa, serta reformasi belanja untuk mendukung akselerasi pemulihan sosial ekonomi. 

Kedua, Kementerian juga akan memperkuat sinergi dan koordinasi antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan instansi lainnya.

Ketiga, melanjutkan program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan program perlindungan sosial pasca pandemi COVID-19. Keempat, mendorong efektivitas program bantuan sosial dengan meningkatkan ketepatan sasaran melalui penyempurnaan dan updating Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menuju single data, pemanfaatan TIK dan penguatan monitoring dan evaluasi. Kelima, menjaga tingkat kesejahteraan aparatur negara melalui pemberian gaji ke-13 dan THR serta menjaga tata kelola pelaksanaan anggaran.

Ainun menjelaskan anggaran pendidikan dalam RAPBN 2021 sebesar Rp550 triliun terbagi ke dalam tiga alokasi. Pertama, Rp184,5 triliun anggaran pendidikan melalui pemerintah pusat dengan ketentuan, anggaran Kemendikbud sebesar Rp81,53T triliun, Kementerian Agama (Kemenag) sebesar Rp55 triliun, serta K/L lainnya dan cadangan (BA-BUN) sebesar Rp47,97 triliun. Kedua, anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp299,1 triliun. Ketiga, anggaran pendidikan melalui pengeluaran pembiayaan sebesar Rp66,4T.

Berdasarkan SEB Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan Nomor: S-375/MK.02/2020 dan B.308/M.PPN/D.8/PP.04.03/2020, terdapat redesain sistem perencanaan penganggaran Kemendikbud. “Setelah nomenklatur program baru, sistem penganggaran Kemendikbud direncanakan untuk membiayai dukungan manajemen, PAUD dan wajib belajar 12 tahun, peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran, pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan, pendidikan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi,” terang Ainun Na`im.

Lebih lanjut, Ainun menjelaskan tujuan redesain sistem perencanaan dan penganggaran adalah sebagai wujud implementasi money follow program, memperkuat penerapan anggaran berbasis kinerja, value for money. “Serta mewujudkan keterkaitan antara visi misi Presiden dengan tugas dan fungsi Kementerian/Lembaga,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI menyetujui dan mendukung rencana program dan anggaran dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan pada tahun anggaran 2021. “Mudah-mudahan di dalam pelaksanaannya, Kemendikbud mengedepankan prinsip-prinsip transparansi dan juga ketepatan sasaran, ketepatan guna dan juga ketepatan waktu,”tuturnya.

Alokasi BOS 2021 Untuk 3T Meningkat

Mulai tahun 2021, biaya satuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler akan berbeda antarkabupaten/kota sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah. BOS Afirmasi tetap difokuskan pada daerah yang paling membutuhkan, sedangkan BOS Kinerja difokuskan pada sekolah penggerak.

“Kabar gembiranya tidak ada sekolah yang BOS-nya turun untuk tahun 2021, (justru) banyak sekali BOS di daerah terpencil yang akan meningkat. Karena, kenyataannya di lapangan yang terjadi adalah sedikit banyak dari sekolah itu kebanyakan sekolah yang dirugikan dengan kebijakan BOS sebelumnya berada di daerah-daerah terluar dan tertinggal,” jelas Mendikbud Nadiem.

Sementara itu, metode perhitungan biaya satuan BOS Reguler dilakukan berdasarkan dua variabel yaitu Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistik dan Indeks Besaran Peserta Didik (IPD), yaitu indeks jumlah peserta didik per sekolah di suatu daerah.

Mendikbud menjelaskan, biaya satuan BOS Reguler akan meningkat untuk sebagian besar daerah, dengan peningkatan tertinggi untuk daerah-daerah yang paling membutuhkan. “Tahun 2021 banyak sekolah yang dana BOS-nya naik. Untuk jenjang SD, ada 337 kab/kota, untuk jenjang SMP ada 381 kab/kota, untuk jenjang SMA ada 386 kab/kota, untuk SMK ada 387, untuk SLB ada 390 kab/kota,” terangnya.  

Menanggapi penjelasan tersebut, Anggota Fraksi PDI-Perjuangan, Sofyan Tan mengapresiasi kebijakan alokasi BOS Tahun 2021. Menurutnya, apa yang dibutuhkan sekolah-sekolah memang tidak semua sama,  tingkatannya berbeda-beda. “Kami apresiasi kepada Menteri tentang (kebijakan alokasi) dana BOS ini. Kami percaya bahwa Mendikbud memiliki hati, memahami apa yang dibutuhkan oleh sekolah,” terang Tan.  

Menurut Tan, kemampuan sekolah-sekolah memiliki tingkatan yang berbeda-beda. “Kami bisa melihat bahwa ada sekolah dengan jumlah murid yang sedikit semakin hari semakin tidak ideal karena ada persyaratan untuk terima bantuan harus memenuhi jumlah siswa 200,” ungkapnya.

“Dengan cara (kebijakan BOS tahun 2021) yang seperti ini kami yakin anak-anak miskin di sekolah bisa menikmati pendidikan yang lebih layak dan lebih berkualitas,” ujarnya optimis.

BUKU SAKU PROGRAM KUOTA BELAJAR BAGI SISWA, MAHASISWA, GURU, DAN DOSEN

RINTOKUSMIRAN.COM-Buku saku program bantuan kuota belajar bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen. Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) telah ditetapkan Presiden Republik Indonesia sebagai Kedaruratan Kesehatan dan Bencana Nasional Nonalam. Ratusan ribu sekolah dan perguruan tinggi ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19, sekitar 68 juta peserta didik melakukan kegiatan belajar dari rumah, serta sekitar 4 juta pendidik melakukan kegiatan belajar mengajar di luar sekolah. 

BUKU SAKU PROGRAM KUOTA BELAJAR BAGI SISWA, MAHASISWA, GURU, DAN DOSEN
BUKU SAKU PROGRAM KUOTA BELAJAR BAGI SISWA, MAHASISWA, GURU, DAN DOSEN

Sesuai dengan Revisi Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tanggal 7 Agustus 2020, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga pendidikan, maka satuan pendidikan yang berada di zona oranye dan merah dilarang untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka dan melanjutkan belajar dari rumah. 

INFORMASI LAIN BERKAITAN BANTUAN KUOTA BELAJAR

Guna memastikan hak belajar setiap peserta didik terpenuhi, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi kuota internet untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh kepada peserta didik dan pendidik. Bantuan kuota internet tersebut berupa kuota data internet yang terbagi atas kuota umum dan kuota belajar.

Kuota umum adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi; dan kuota belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Buku saku ini disusun sebagai informasi kepada para pengguna kuota belajar untuk mendapatkan materi yang bermanfaat

Selain itu buku saku ini memuat daftar pertanyaan yang sering ditanyakan . Terdapat 33 pertanyaan seputar program bantuan belajar bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen.

Untuk mendukung pembelajaran selama masa pandemi, program kuota belajar dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, seperti yang terdaftar dalam https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

Daftar laman dan aplikasi ini diperbarui secara berkala. Silakan mengakses laman https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id untuk mengetahui daftar terbaru aplikasi dan laman pembelajaran yang dapat digunakan dengan kuota belajar.   

Customer care provider program bantuan kuota belajar tahun 2020. 

1. Indosat

Contact Center 185

• Twitter @indosatcare

• Facebook Indosat Ooredoo Care

• Chat Indira di myIM3 dan  

 website http://bit.ly/im3chats

2. Telkomsel

•  Call Center: 188 atau 0807 1811 811

•  Grapari (407 lokasi di seluruh Indonesia)

•  Twitter: @Telkomsel

•  Email: cs@telkomsel.co.id

Chat with Telkomsel Virtual Assistant Veronika di:

•  WhatsApp: 0811 1111 1111

•  Line: @Telkomsel

•  Facebook: 'Telkomsel'

•  Apps MyTelkomsel

•  Website FAQ:  tsel.me/kuotabelajar

•  Telegram: @Telkomsel_official_botBasmi

3. XL

•  Website FAQ: xl.co.id/KuotaEdukasi

•  Twitter : @myXLCare

•  Facebook: @myXLCare

•  Livechat: http://bit.ly/LC_myXLCare

•  Email: customerservice@xl.co.id

4. TRI / 3

•  Twitter: @3CareIndonesia

•  Facebook Messenger: 3 Indonesia

•  Telegram: @TriIndonesiaCare_bot

•  email: 3care@three.co.id,

•  telepon : 132 dari kartu 3, atau ke nomor 

 089644000123 dari nomor/operator  lain.

•  Website : tri.co.id

5. SMARTFREN

•  Call Center: 888 atau 08811223344

•  Email: customercare@smartfren.com

•  twitter: @smartfrencare

•  facebook: smartfren

•  instagram: @smartfrencare

•  live chat: tersedia di My SF application    dan Web (www.smartfren.com)

Bagi anda yang memerlukan Buku saku program bantuan kuota belajar bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen dapat anda unduh pada link di bawah ini.

BUKU SAKU PROGRAM KUOTA BELAJAR BAGI SISWA, MAHASISWA, GURU, DAN DOSEN

Semoga informasi berkaitan dengan Buku saku program bantuan kuota belajar bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Friday, 25 September 2020

PERESMIAN KEBIJAKAN BANTUAN KUOTA DATA INTERNET TAHUN 2020

RINTOKUSMIRAN.COM- Peresmian kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah memberikan kebijakan berkaitan dengan bantuan kuota data internet tahun 2020.

PERESMIAN KEBIJAKAN BANTUAN KUOTA DATA INTERNET TAHUN 2020
PERESMIAN KEBIJAKAN BANTUAN KUOTA DATA INTERNET TAHUN 2020

Bantuan kuota data intenet tahun 2020 diberikan kepada peserta didik mulai jenjang PAUD/SD/SMP/SMA/ SMK yang terdaftar pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) semester 1 tahun pelajaran 2020/2021. Mahasiswa dan dosen juga termasuk sasaran penerima batuan kuota data internet tahun 2020.

Informasi lain berkaitan dengan kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020.

Kendati belum di resmikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bantuan kuota data internet tahun 2020 sudah mulai di salurkan oleh provider yang bekerjasama dengan Kemdikbud. Beberapa penerima bantuan kota data internet tahun 2020 sudah menerima pesan singkat (SMS) dari provider yang berisi masuknya bantuan kuota belajar dari kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Dilansir kanal youtube resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan live streaming berkaitan dengan peresmian kebijakan bantuan kuota internet tahun 2020. 

Kapan akan dilaksanakan dan mana link video streaming peresmian kebijakan bantuan kuota internet tahun 2020. Peresmian kebijakan bantuan kuota internet tahun 2020 akan dilaksanakan pada Hari Jum'at tanggal 25 September 2020 pada link  https://www.youtube.com/watch?v=1yfv9TKDwMY pada pukul 10:00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Acara peresmian kebijakan bantuan kuota internet tahun 2020 akan dilakukan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim selaku menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Selain Mendikbud turut juga hadir narasumber lainnya yaitu: Erick Thohir, B.A., M.B.A.  Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Johnny Gerard Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Peresmian kebijakan bantuan kuota internet tahun 2020 dapat disaksikan oleh masyarakat umum dengan mengakses channel resmi Kemdikbud dengan alamat url video live streaming di bawah ini

https://www.youtube.com/watch?v=1yfv9TKDwMY

Semoga informasi berkaitan dengan Peresmian kebijakan bantuan kuota internet tahun 2020 bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=1yfv9TKDwMY

Thursday, 24 September 2020

SKENARIO TOT UBKD 23 SEPTEMBER 2020

RINTOKUSMIRAN.COM. Skenario TOT UBKD 23 September 2020. TOT OT atau singkatan dari Training Of Trainer dalam bahasa Indonesia berarti Pelatihan untuk Pelatih. Definisi secara luasnya adalah adalah pelatihan yang diperuntukkan bagi orang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain.  

SKENARIO TOT UBKD 23 SEPTEMBER 2020
SKENARIO TOT UBKD 23 SEPTEMBER 2020

Kegiatan TOT ini sesuai dengan jadwal yang telah di buat oleh Pusmenjar Kemdikbud bahwa TOT akan dilaksankan pada kurun waktu tanggal 22 – 26 Sept TOT Aplikasi UBKD Kab/Kota (CAT) dengan peserta dari : Tim Teknis Provinsi (68 Peserta); Tim Teknis Kab/Kota (1542 peserta); Tim Teknis Proktor (5654 peserta).

INFORMASI LAIN BERKAITAN UBKD

Peserta TOT UBKD 23 September 2020 dapat adalah sebagai berikut:

2 Tim Teknis Provinsi
1 Tim Teknis Kanwil Provinsi
Jenjang SMA/SMK
1 Koordinator SMA/SMK Kab/kota
2 Tim Teknis Jenjang SMA Kab/Kota
2 Tim Teknis Jenjang SMK Kab/Kota
Jenjang SD/SMP
1 Koordinator SD/SMP Kab/kota
2 Tim Teknis Jenjang SD Kab/Kota
2 Tim Teknis Jenjang SMP Kab/Kota
Tim Kanwil Kemenag
1 Koordinator MI/MTS/MA
1 Tim Teknis MI
1 Tim Teknis MTS
1 Tim Teknis MA

Tugas Peserta TOT :

Tim Teknis Provinsi & Tim Teknis Kanwil Kemenag:
  • Memantau semua room kab/kota terdapat aktifitas simulasi UBKD
  • Membantu menjelaskan kepada tim teknis kab/kota jika terdapat kendala dalam pelaksanaan simulasi

Koordinator Kab/Kota Setiap Jenjang

  • Merekap seluruh permasalahan yang terjadi pada saat simulasi(Sesuai tanggung jawab jenjangnya masing-masing)
  • Merekap jika terdapat saran dan masukan dari tim teknis
  • Membantu menjelaskan kepada tim teknis kab/kota jika terdapat kendala dalam pelaksanaan simulasi

Tim Teknis Kab/Kota Setiap Jenjang

  • Jenjang SMA(1 orang menjadi proctor dan 1 orang menjadi peserta)
  • Jenjang SMK(1 Orang menjadi proctor dan 1 orang menjadi peserta)
  • Jenjang SMP(1 Orang menjadi proctor dan 1 orang menjadi peserta)
  • Jenjang SD(1 Orang menjadi proctor dan 1 orang menjadi peserta)
  • Tim teknis Kemenag (1 Orang menjadi proctor dan 2 orang menjadi peserta)

Skenario Pelaksanaan Tes

Berikut adalah scenario pelaksanaan simulasi yang dilakukan oleh proctor dan peserta
  • Peserta login dengan username yang kelompoknya belum diaktifkan
  • Peserta login dengan username yang kelompoknya sudah diaktifkan
  • Proktor mencoba menekan tombol simpan pada menu “Status Tes” untuk mengaktifkan token
  • Proktor melakukan unAssign peserta yang tidak login
  • Peserta memasukan kode token yang tidak sesuai
  • Saat sedang berada di tampilan ujian, peserta keluar dari applikasi dengan menekan tombol ctrl+C+B. Lalu mencoba login kembali. 
semoga informasi berkaitan dengan skenario TOT UBKD 23 September 2020 bermanfaat bagi kita semua.

Bagi anda yang memelukan materi /bahan tayangan berupa ppt skenario UBKD 23 Septermber 2020 dapat anda unduh pada link di bawah ini.




Wednesday, 23 September 2020

DOWNLOAD MODUL PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2020

RINTOKUSMIRAN.COM-Download modul pembatik level 4 tahun 2020. Selamat bagi anda peserta pembatik level 3 tahun 2020 yang dinyatakan lulus dan masuk 30 besar pada masing-masing propinsi berhak untuk melaju mengikuti seleksi pembatik level 4. Tentunya dengan anda terpilih menjadi peserta pembatik level 4 tahun 2020 menjadi kebanggaan tersendiri. Mengapa begitu anda termasuk orang yang sangat beruntung menyisihkan lawan-lawan anda pada ajang kompetisi ini. Selain itu anda diberi kesempatan untuk mengarungi samudera level 4 tahun 2020 yang sangat erat sekali dengan upaya meningkatkan kemampuan guru dalam penguasaan TIK dalam pembelajaran.

DOWNLOAD MODUL PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2020
DOWNLOAD MODUL PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2020


Modul merupakan sekumpulan materi yang disajikan dengan lugas, dengan bahasa yang sangat mudah dipahami oleh pembaca dalam hal ini adalah peserta pembatik level 4 tahun 2020. Literasi membaca modul menjadi agenda yang wajib dilakukan oleh peserta pembatik level 4 ini. 

INFORMASI LAIN BERKAITAN DENGAN RUMAH BELAJAR

Bagaimana supaya anda mampu menguasai modul pembatik level 4 ini?. Untuk menguasai materi yang disajikan dalam modul ini tentunya perlu menerapkan beberapa strategi. Strateginya apa menurut saudara? Strategi yang paling menentukan adalah strategi yang sesuai dengan gaya belajar anda.

Misalkan anda adalah tipe penghafal tidak adan salahnya anda membuat rangkuman garis besar pembahasan modulnya. Rangkuman berfungsi sebagai pengingat materi yang ada pada modul pembatik level 4 menurut gaya bahasa anda.

Contoh lain yang bisa anda terapkan dalam rangka menguasai materi yang disajikan di dalam modul pembatik level 4 adalah dengan cara membedah modul tersebut. Dalam melakukan pembedahan modul diperlukan kemampuan mengkalsifikasikan materi berdasarkan contoh, pengertian, tugas, praktik dan menjawab soal-soal yang ada pada modul tersebut. Anda juga bisa membuat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya merupakan materi-materi yang ada dalam modul pembatik level 4 tahun 2020.

Modul pembatik level 4 tahun 2020 memiliki nomor seri dari modul 13, 14, 15, 16. Penomoran modul ini disesuaikan dengan jumlah masing-masing level adalah 4 buah modul. level 1 dimulai modul 1,2,3,4; level 2 dimulai dari modul 5, 6,7,8; level 3 mulai dari modul 9,10,11 dan 12.

Modul 13. Penulisan Artikel Pemanfaatan Rumah Belajar

Kegiatan menyusun artikel (karya tulis) merupakan salah satu dari tugas profesional guru yang seharusnya dipenuhi. Dengan menyusun artikel, seorang guru dapat menunjukkan keprofesionalnya sehingga dapat mengasah wawasan, logika, dan penalaran, agar menjadi lebih kritis, kreatif, dan berpengetahuan luas. Merujuk Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (PermenPAN & RB) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru, guru yang akan naik golongan III-b ke atas, wajib mengumpulkan angka kredit dari unsur pengembangan profesi berupa karya tulis atau karya inovasi, sebagai bukti profesional dalam tugasnya. 

Pertanyaannya: Pernahkah Sahabat Rumah Belajar menulis suatu artikel? Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam menyusun artikel tersebut? Jika Sahabat ditugaskan membuat artikel tentang pemanfaatan Rumah Belajar dalam pembelajaran, tema/judul apa yang ingin ditulis? Modul ini akan membantu Sahabat Rumah Belajar dalam meningkatkan kemampuan menulis artikel mengenai pemanfaatan Rumah Belajar dalam pembelajaran? Seputar lingkup apa saja pemanfaatan portal Rumah Belajar dalam pembelajaran yang bisa dijadikan tema penulisan Artikel?

Sahabat Rumah Belajar tentu Anda sebagai seorang pendidik sudah tidak asing lagi tentang Karya Tulis Ilmiah (KTI). Pada kegiatan belajar 1 ini akan mengajak Anda berlatih menulis karya tulis dalam bentuk artikel ilmiah populer atau artikel populer. Nah, selanjutnya pada kegiatan belajar 2 Sahabat Rumah Belajar akan mempelajari penulisan KTI atau artikel ilmiah. 

Sahabat Rumah Belajar apa perbedaan antara KTI dengan karya ilmiah populer? Karya ilmiah populer (artikel) dihadapkan pada masyarakat umum yang heterogen. Artikel lebih bersifat padat, mudah dimengerti, dan enak dibaca. Sementara itu pada KTI dihadapkan pada masyarakat khusus, seperti akademik, kaum intelektual, dan para cendikiawan. Misalnya, para guru, dosen, peneliti, dan lain lain. Oleh karena itu, penulisannya harus berdasarkan kaidah keilmuan dan tentu kaidah-kaidah ilmiah. 

Adapun beberapa perbedaan menulis artikel populer dengan artikel ilmiah, yaitu gaya bahasa penulisan. Artikel populer menggunakan bahasa sehari-hari yang dapat dimengerti lebih banyak orang yang beraneka ragam. Artikel populer bersifat semi ilmiah, yang berarti ada kutipan atau istilah terbatas tanpa catatan kaki. Dibandingkan dengan artikel populer, artikel ilmiah punya struktur yang baku dan srtuktur yang lebih kompleks. 

Kegiatan menyusun artikel (karya tulis) merupakan salah satu dari tugas profesional guru yang seharusnya dipenuhi. Dengan menyusun artikel, seorang guru dapat menunjukkan keprofesionalnya sehingga dapat mengasah wawasan, logika, dan penalaran, agar menjadi lebih kritis, kreatif, dan berpengetahuan luas. Merujuk Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (PermenPAN & RB) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru, guru yang akan naik golongan III-b ke atas, wajib mengumpulkan angka kredit dari unsur pengembangan profesi berupa karya tulis atau karya inovasi, sebagai bukti profesional dalam tugasnya. 

Pertanyaannya: Pernahkah Sahabat Rumah Belajar menulis suatu artikel? Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam menyusun artikel tersebut? Jika Sahabat ditugaskan membuat artikel tentang pemanfaatan Rumah Belajar dalam pembelajaran, tema/judul apa yang ingin ditulis? Modul ini akan membantu Sahabat Rumah Belajar dalam meningkatkan kemampuan menulis artikel mengenai pemanfaatan Rumah Belajar dalam pembelajaran? Seputar lingkup apa saja pemanfaatan portal Rumah Belajar dalam pembelajaran yang bisa dijadikan tema penulisan Artikel? 

Sahabat Rumah Belajar apa kaitan kemampuan menulis artikel dengan pengembangan karir guru? Seorang guru dapat mengajukan artikel dalam penilaian angka kredit jabatan fungsional guru untuk unsur pengembangan profesi. Selain untuk kepentingan pribadi penulis (dokumen pribadi), artikel ini juga dapat disebarkan ke orang lain (dipublikasikan) dengan melalui media massa. Dengan dikirim dan dimuat dalam surat kabar atau majalah, tabloid, buletin dan lain lainnya, maka ide dan pemikiran penulis dapat dibaca oleh orang lain. Bagi penulis, dokumen artikel yang dimuat di Koran/majalah/buletin dsb akan menjadi portofolio atau bukti fisik. Contohnya potongan artikel yang dimuat pada media cetak menjadi bukti fisik pada saat mengajukan penilaian angka kredit untuk kenaikan pangkat guru. Kegiatan menulis artikel atau karya populer ini akan sangat bermanfaat bagi seorang guru dalam pengembangan karirnya. 

Banyak guru yang rajin membuat artikel atau karya populer menjadi lebih cepat dalam mengumpulkan angka kredit penilaian kinerja guru. Ini dapat dijadikan salahsatu alternatif bagi seorang guru yang ingin naik pangkat/golongan menuju karir puncak. Selanjutnya, marilah kita pelajari langkah-langkah menulis artikel dan ilmiah populer yang baik, dan coba Sahabat Rumah Belajar praktekkan untuk menulis suatu artikel ilmiah populer atau artikel populer mengenai pemanfaatan Rumah Belajar dalam pembelajaran. 


Modul 14. Strategi Berbagi

Dengan adanya pandemi COVID-19 telah memaksa seluruh pihak stakeholder pendidikan mau tidak mau harus bisa memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran untuk mendukung program Belajar Dari Rumah. 

Guru dituntut untuk tetap mampu memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa yang harus dirumah saja untuk itu sangat penting bagi para pendidik khususnya guru untuk mampu menguasai teknologi dan aplikasi yang dapat membantu siswa belajar secara maksimal dari rumah. 

Untuk mendukung pembelajaran dari rumah, Pusdatin Kemdikbud melalui platform Rumah Belajar menghadirkan pembelajaran daring yang dapat diakses secara online maupun offline. Rumah Belajar hadir untuk membantu para stakeholder Pendidikan untuk tetap dapat memberikan layanan pembelajaran dari Rumah. 

Portal Rumah Belajar merupakan salah satu laman pembelajaran yang di dalamnya terdapat beragam konten dan aktivitas pembelajaran. Rumah Belajar dapat diakses melalui alamat http://belajar.kemdikbud.go.id. Terdapat 4 (empat) fitur utama di Rumah Belajar, yaitu: Sumber Belajar, Kelas Digital., Bank Soal, dan Laboratorium Maya. Serta terdapat 5 fitur lainnya, yaitu: Buku Sekolah Elektronik, Modul Digital, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. 

Berbagi telah menjadi budaya bangsa dan negara Indonesia dg prinsip gotong royong, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, se-ia dan sekata mencapai tujuan bersama, serta merasa satu ikatan perjuangan menjadikan rumah belajar sebagai wadah dan wahana belajar bagi semua kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. 

Platform Rumah Belajar telah menjadi wadah layanan pendidikan sebagaimana diungkapkan dalam Surat Edaran Kemendikbud nomor 9 dan 10 tahun 2018, dalam surat edaran tsb dinyatakan perlunya mendayagunakan pola belajar yang memanfaatkan Portal Rumah Belajar. 

Modul ini akan menguraikan strategi berbagi berdasarkan prinsip gotong royong dan merdeka belajar untuk meningkatkan kompetensi TIK bagi Guru yang telah melewati tugas pembatik level 1, 2, dan 3. 7 Startegi berbagi dengan tatap muka serta tatap maya atau kombinasi tatap muka dan tatap maya yang menjadi kebiasaan dan budaya berbagi dalam interaksi kependidikan didorong agar tujuan pendidikan makin berkualitas. 

Telepon, internet dan world wide web, televisi, handphone, dan pemanfaatan media sosial bahkan organisasi dan komunitas belajar dapat menjadi wadah dan wahana dalam berbagi teknologi dan materi pembelajaran. 

Berbagi bukan hanya berbagi dalam kerangka kedermawanan ( charity) namun lebih dari itu berbagi untuk pengembangan dan pemberdayaan pendidikan yang lebih bermutu khusnya membangun semangat gotong royong dan mewujudkan kebijakan merdeka belajar. 

Perlu diingatkan agar strategi berbagi bersifat menyeluruh dan terpadu, berkelanjutan sesuai kompetensi dan level pembatik yang dicapai. Strategi berbagi untuk mencapai kompetensi pembatik level 1, pembatik level 2, pembatik level 3, dan pembatik level 4 dapat diperkuat dan ditularkan terus menerus sehingga makin berkembang dan bermanfaat membangun kompetensi abad 21 dan 5 C ( Critical Thingking, Creativity, Collaboration, Communication, dan Compassion/ Character building). 

Platform Rumah Belajar merupakan sebuah inovasi dalam pendidikan yang perlu disebar luaskan seluasnya, sebuah inovasi yang sangat baik diperlukan strategi agar calon pengguna dapat memahami inovasi ini dengan lebih mudah dan dapat menerimanya dengan baik. 

Pada modul ini akan dibahas streategi difusi inovasi platform Rumah Belajar yang dapat digunakan oleh guru dalam menyebarluaskan platform Rumah Belajar sebagai salah satu alternative pembelajaran Interaktif di masa pandemi ini.

Modul 15. Komunikasi Efektif

Kompetensi Level 4 peserta PembaTIK yang akan dibangun yaitu kemampuan berbagi pengetahuan dan pengalaman (sharing) praktik baik inovasi pembelajaran yang telah diterapkan Sahabat Rumah Belajar, kepada sesama rekan pendidik dan tenaga kependidikan, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya yang dalam hal ini juga dilaksanakan oleh para Duta Rumah Belajar. 

Untuk membekali keterampilan dalam sharing best practices penerapan inovasi pembelajaran, Sahabat Rumah Belajar level 4 antara lain perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan bagaimana menyampaikan pesan atau informasi praktik baik keberhasilan pengembangan dan penerapan inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan TIK, sumber belajar, dan sarana pembelajaran. 

Sahabat, kemampuan komunikasi yang baik merupakan salah satu kecakapan/kompetensi abad 21. Lalu bagaimana melakukan komunikasi yang baik dan menarik agar pesan yang disampaikan menghasilkan respon yang baik pula? Pesan yang baik adalah pesan yang mudah dipahami, diartikan dan diterima oleh penerima pesan, serta feedback yang diterima sesuai dengan yang diharapkan. 

Sahabat Rumah Belajar, modul ini memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai Komunikasi Efektif dan Menarik. Dalam modul ini terdapat 3 (tiga) kegiatan belajar, latihan untuk mengukur pemahaman pada setiap kegiatan belajar, dan tes akhir modul. Jika Sahabat mengalami kesulitan dalam mempelajari materi, silahkan sampaikan pada forum diskusi untuk memperoleh solusi dari sesama peserta. Apabila Sahabat mengalami kendala teknis, silahkan sampaikan pada media komunikasi yang tersedia. Silahkan mulai mempelajari modul ini. 

Modul 16. Pemanfaatan Konferensi Video

Akhir-akhir ini, konferensi video menjadi akrab dengan keseharian kita karena adanya pembatasan fisik dan sosial terkait pandemi covid-19. Contohnya, dalam pelaksanaan kegiatan Pembatik yang tengah Sahabat ikuti saat ini. Proses bimbingan dan pelatihan dalam Pembatik yang biasanya dilakukan secara tatap muka di kelas, pada tahun 2020 ini harus dilakukan dalam bentuk belajar jarak jauh. Pendayagunaan teknologi diterapkan dalam pembelajaran Pembatik, sesuai dengan arahan dalam aturan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Pemanfaatan teknologi, khususnya TIK, dalam Pembatik misalnya: penggunaan aplikasi Learning Management System (LMS) untuk mempelajari materi, mengumpulkan tugas, ataupun berkomunikasi. 

Pembelajaran jarak jauh memiliki titik berat berupa kemandirian pembelajar (self-reliant learning). Sebagai peserta Pembatik jarak jauh, Sahabat tentu harus menjaga semangat dan motivasi untuk mengikuti keseluruhan proses peningkatan kompetensi TIK ini meskipun tidak dilakukan secara konvensional. Sahabat tentu mengetahui bahwa inti dari belajar adalah komunikasi. Baik komunikasi yang umpan baliknya (feedback) diperoleh secara langsung maupun tidak langsung. Pembelajaran jarak jauh membuat komunikasi lansung secara tatap muka menjadi minim, bahkan bisa tidak ada. Pada pelaksanaan Pembatik 2020, pertemuan tatap muka 2 dilakukan secara virtual dan digital, yakni melalui konferensi video. Peserta pelatihan mendapatkan penjelasan materi, bisa bertanya kepada fasilitator, serta berdiskusi. 

Sahabat Rumah Belajar mungkin pernah menjadi peserta konferensi video, atau mungkin menjadi pengisi materi (narasumber) dalam konferensi video. Hanya saja, penggunaan konferensi video pada awalnya memang untuk hal-hal terkait pekerjaan seperti rapat, pemaparan produk, dan sebagainya. Pada masa pandemi saat ini ketika pembelajaran tatap muka di sekolah dialihkan ke rumah, penggunaan konferensi video menjadi salah satu layanan belajar jarak jauh. 

Pembelajaran jarak jauh untuk pendidikan formal tiba-tiba menjadi keharusan karena faktor kesehatan dan keselamatan yang harus diutamakan. Komunikasi dan interaksi belajar antara guru dan peserta didik dilakukan dengan bantuan media dan teknologi. Beragam platform media dan teknologi yang tidak secara khusus dikembangkan untuk pembelajaran kini diadaptasi untuk mendukung pembelajaran dari rumah, misalnya: 

  1. penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan lainnya untuk mengumumkan atau mengunggah tugas sekolah 
  2. penggunaan aplikasi chat seperti WhatsApp atau Telegram untuk membentuk grup kelas dan berdiskusi 
  3. penggunaan aplikasi konferensi video untuk menjelaskan materi pembelajaran, diskusi, hingga rapat orangtua dan guru seperti zoom, webex, skype, google meet, ms teams, dll  

Sahabat tentu sudah mahir dan terampil menggunakan beragam aplikasi tersebut. Namun karena aplikasi tersebut akan digunakan untuk pembelajaran, tentu ada karakteristik yang khusus. Sebagai guru, Sahabat perlu mempertimbangkan berbagai faktor, tidak saja masalah teknis dan akses. Ketika Sahabat memanfaatkan konferensi video untuk pembelajaran, maka faktor peserta didik lah yang menjadi fokus utama. Misalnya karakteristik, usia psikologis, kompetensi yang hendak dicapai, sampai dengan faktor keamanan siber. 

Melalui modul ini, Sahabat Rumah Belajar diajak untuk mengenal dengan lebih baik aplikasi konferensi video untuk pembelajaran. Serta hal pedagogis yang perlu diperhatikan terkait pemanfaatan konferensi video dalam proses pembelajaran. 

Semoga informasi berkaitan dengan download modul pembatik level 4 tahun 2020 ini bermanfaat bagi kita semua.